Memilih Hotel Ramah Muslim di Malaysia (dan Arti MFAR)
Sebagian besar hotel di Malaysia nyaman bagi tamu Muslim, tetapi fasilitasnya berbeda-beda. Panduan ini menjelaskan skema pengakuan resmi dan hal-hal praktis yang perlu diperiksa sebelum memesan.
Apa itu MFAR?
Pusat Pariwisata Islam (ITC), lembaga di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, menjalankan program Jaminan dan Pengakuan Pariwisata dan Perhotelan Ramah Muslim (MFAR). Untuk akomodasi, program ini memakai tingkatan (Silver, Gold, dan Platinum), dan dimaksudkan melengkapi, bukan menggantikan, sertifikasi halal Malaysia. Hotel yang diakui tidak menolak tamu non-Muslim. Untuk daftar dan kriteria terbaru, periksa situs ITC (itc.gov.my).
Yang perlu diperiksa sebelum memesan
- Dapur halal: Apakah restorannya bersertifikat halal (logo JAKIM), dan apakah sarapannya halal?
- Fasilitas salat: Penanda kiblat dan sajadah di kamar, serta surau di hotel atau masjid di dekatnya.
- Alkohol: Beberapa hotel tidak menyediakan alkohol di minibar; tanyakan saat memesan.
- Kebutuhan keluarga: Kamar yang terhubung, bidet atau semprotan bidet, dan jam kolam renang terpisah jika itu penting bagi Anda.
- Lokasi: Dekat dengan masjid dan restoran halal.
Jelajahi penginapan yang kami daftarkan, dan gunakan halaman salat untuk memeriksa arah kiblat saat tiba.
Homestay dan penginapan kampung
Homestay desa sering menyertakan makanan halal masakan rumah dan ruang salat, serta memberi gambaran lebih dekat tentang kehidupan Melayu. Tanyakan kepada tuan rumah soal makanan halal dan masjid terdekat, dan lihat daftar penginapan kami untuk pilihan.